Kamis, 29 September 2011

KITA SEPERTI ANAK KECIL

Assalammualaikum Wr Wb


Bismillahirahmanirrahim... Semoga Bermanfaat.. Mohon maaf Bila ada salah Kata..hehe




Belajar melihat ujian hidup dengan cara berbeda..

Biasanya ketika kita dapat ujian suka mengeluh, protes sedih, marah seolah-olah kita tak bisa menerima, seolah-seolah kita merasa Allah itu tidak adil. Kita seperti anak kecil. Contohnya ada anak kecil sedang flu terus ada tukang es lewat. Anak ini minta es ke ibunya, tapi ibunya tak membolehkan. ‘’Kamu lagi sakit, jangan minum es,’’. Sang anak marah-marah, guling-gulingan, nangis. Lalu bilang ‘’ibu jahat’’.


Saat si anak sakit, dibawa ke Puskesmas, disuntik sama dokter. Ia kesakitan, nangis. Si anak menuding lagi ‘’dokter jahat.’’ Anak yang kalau di rumah kita jaga jangan sampai kena benda tajam, ini malah dibawa ke dokter, minta dokter menusuk anak dengan jarum, disuntik. Mengapa anak tadi bilang ‘’dokter jahat’’ ‘’ibu jahat’’?


Karena yang ia tahu permintaannya tidak dikabulkan, ia merasa sakit, merasa tidak nyaman dengan yang terjadi pada dia. Karena dia tahunya itu saja, maka ia protes. Mengapa ibunya melarang minum es, mengapa dokter menyuntik sang anak, padahal hal itu menyakitkan? Karena orangtuanya tahu jika permintaanya minum es dikabulkan akan berakibat buruk, dokter tahu bahwa suntikan bisa membawa kebaikan buat si anak.


Manusia banyak seperti anak kecil. Dapat musibah, marah, tidak terima.

Misalnya kita sudah rajin ibadah, gaji tidak naik-naik.

Berdoa tiap malam, doa tak dikabulkan juga.

Kita protes pada Allah. Tak menerima. Padahal yang lebih tahu mana yang baik siapa ? Allah.

Allah mau mengabulkan doa kita, yang tahu kapan waktunya yang tepat siapa? Allah.

Mengapa kita harus protes !


Mengapa orang mengeluh ketika dapat ujian hidup ?

Pertama, karena kurang ilmu sehingga memiliki cara pandang yang salah dalam menghadapi ujian tersebut. Cara pandang yang salah pada gilirannya berdampak buruk pada dirinya. Kita perlu melihat ujian secara positif dengan cara berberprasangka baik pada Allah.


Sering secara tak sadar kita mengeluh, protes, marah. Kita telah protes pada Allah. Seolah-olah kita mempertanyakan Allah, menyalahkan Allah. Padahal Allah menetap ujian itu dengan ilmu-Nya dengan hikmah-Nya. Tak ada yang salah di situ, hanya kita belum tahu apa hikmah di balik ujian tadi. Dengan kita yakin ada hikmah di balik itu, Insya Allah kita akan lebih tenang


Kedua, sebetulnya — kalau kita paham — ujian itu diperlukan oleh hidup. Karena hidup ini mustahil tanpa ujian, ujian itu justru bisa membantu, bisa menguatkan diri kita. Adanya tantangan justru membuat kita lebih kuat. Satu contoh di dunia hewan, ikan yang hidup di air yang deras ia akan tumbuh lebih besar ketimbang di air yang tenang. Ada tantangan, ada arus air yang kuat sehingga membuat dia terus bergerak. Begitu juga kita, ujian dan cobaan membuat kita memiliki daya tahan yang lebih besar. Itulah di antara kebaikan yang terdapat dalam ujian.


Untuk mendapat jalan keluar caranya kembali pada Islam dan bersandar pada pertolongan Allah. Kalau kita mendekatkan diri pada Allah, kita kuatkan keimananan, kita sampai derajat taqwa, Allah jamin ‘’siapa yang bertaqwa maka Dia akan memberi baginya jalan keluar.’’ Usaha untuk menemukan jalan keluar jelas diperintahkan. Tapi dibukanya jalan keluar adalah karena bantuan Allah. Kita berusaha, nanti Allah akan memberi jalan keluar. Seiring usaha, seiring dengan pertolongan Allah, pada waktu yang Allah paling tahu kapan waktu paling baik, kita akan menemukan jalan keluar terhadap persoalan yang kita hadapi.


Ketika kita ditimpa masalah, maka harus bersabar dan mengucapkan innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Mengucapkan itu dengan pemahaman bahwa semua datang dari Allah dan akhirnya kembali pada Allah. Kalau kita punya sesuatu, kemudian sesuatu itu hilang, maka itu semua takdir Allah, Allah yang mengambilnya, semua kembali pada Allah.


Dengan begitu kita lebih bisa menerima. Setelah itu berdoa minta pada Allah. Insya Allah nanti Allah akan ganti dengan yang lebih baik. Banyak yang terjadi, ketika seseorang mendapat masalah yang besar, biasanya pandangan dia tertuju pada masalah itu sampai seolah-olah itulah seluruh hidup dia. Ketika itu belum kelihatan jalan keluar. Dia merasa memang mungkin tak ada jalan keluar karena begitu beratnya masalah.


Dalam Quran Allah berfirman inna maal usri yusro, fainna maal ‘usri yusro, setelah kesulitan itu ada kemudahan. Ayat ini diulang sampai dua kali. Artinya saat dapat musibah kita harus yakin bersama kesulitan itu ada kemudahan, ada jalan keluarnya. Seorang ulama mengatakan ‘’ketika dengan hikmah Allah, sebuah jalan ditutup di hadapanmu, maka dengan rahmat-Nya Allah akan membuka jalan lain yang lebih baik dari jalan yang pertama.’’


Tapi persoalannya lagi-lagi seperti kata seorang ahli motivasi di Barat. ‘’Ketika seseorang mendapatkan masalah dia seringkali tertegun terlalu lama di depan masalahnya. Ketika sebuah pintu tertutup di depan dia, seringkali dia tertegun terlalu lama di depan pintu itu, sampai-sampai ketika ada pintu lain terbuka dia tidak melihatnya.

Kamis, 08 September 2011

MENJADI PEMENANG MELAWAN OMBAK KEHIDUPAN





















Bismillahirrahmanirrahim..

Mudahan tulisan ini bermanfaat :D


Ketepatan dan kecepatan Anda dalam mengambil suatu tindakan akan sangat menentukan jalan hidup mana yang akan Anda pilih. Anda akan menjadi PEMENANG, ataupun sebaliknya. Sebagaimana halnya Anda harus mimilih jalan pada suatu perempatan. Maka Anda harus memilih sikap yang tepat agar bisa sampai ke tujuan. Seorang pemenang harus pantang menyerah, karena orang- orang yang mudah menyerah tidak mungkin akan menang.


Mengertilah bahwa kesulitan merupakan suatu cara untuk mencetak kita agar menjadi manusia- manusia yang tangguh. Seorang pelaut yang handal, tidak mungkin lahir dari lautan yang tenang. Namun lahir dari ganasnya deburan ombak di lautan. Begitu pula dengan kita. Seorang manusia yang tangguh, lahir dari berbagai macam cobaan berat yang berhasil ia taklukkan.


Jatuh dan gagal itu biasa. Namun adanya niat dan semangat untuk bangkit, itu baru Luaar biasa!! Tidak penting sudah berapa kali Anda jatuh dan gagal. Namun yang paling penting adalah sudah berapa kali Anda bangkit dari keterpurukan. Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda yang merupakan batu loncatan agar kita memiliki kekuatan yang lebih besar untuk mencapai tingkat kesuksesan yang jauh lebih tinggi. Not Trial and Error, but ‘Trial and LEARN’.


Cobaan yg menerpa kadang membuat kita tersungkur dan merintih kesakitan. Ujian yg menghadang seringkali membuat kita kuwalahan dan menumpahkan air mata yang tiada tara. Hembusan permasalahan yg tak kunjung reda membuat pundak dan kepala kita terasa sangat berat dan tak berdaya. Itulah semua tantangan yang harus kita hadapi dan taklukkan..


Adanya cobaan- cobaan berat menunjukkan kecintaan Allah yang luar biasa kepada hambanya. Rosulullah pun bersabda: “Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji, agar Allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya)” (HR. Al-Baihaqi).


Jangan pernah lari dari masalah, jika Anda lari dari masalah. Berarti Anda LARI dari kasih sayang Allah. Adanya masalah dan kerumitan dalam hidup ini justru akan membuat kita berTAHAN, dan lebih berTUHAN.


Jangan biarkan ‘nasib’ berkuasa dalam menentukan hidup Anda. BERJUANGLAH..!! Dan biarkan nasib yang ‘menyerah’, karena semangat dan keyakian Anda yang luar biasa. Sangat disayangkan, banyak teman kita yang belum bisa menerima keadaan yang mereka alami. Saat rangkaian cobaan menghantam, mereka ‘mengeluh’. Padahal adanya keluhan tidak akan menyelesaikan masalah yang ada. Namun justru hanya akan membuat keadaan menjadi jauh lebih buruk. Mengapa..?


Karena tiap kali kita mengeluh, rezeki kita justru akan semakin diundur sehingga pertolongan yang akan Allah berikan menjadi semakin jauh. Oleh sebab iti, kita harus senantiasa bersyukur agar rezeki kita semakin didekatkan dan ditambah nikmatnya. Allah pun berfirman : "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Q.S Ibrahim: 7).


Rosulullah juga bersabda, bahwa: “Ada 3 hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah, dan merahasiakan sodaqoh yang kita keluarkan” (HR. Ath-Thabrani).


Maka, jangan nodai usaha dan semangat Anda dengan keluhan. Nikmatilah proses kehidupan ini, dan rasakan kehadiran petunjukNya. Lihatlah… Begitu banyak kaum yang lemah, namun bisa mengalahkan kaum yang kuat. Dan begitu banyak kaum yang sedikit, namun bisa mengalahkan kaum yang banyak, karena semangat dan keyakinan mereka yang luar biasa, yang sama sekali tidak mengenal ‘Mengeluh’ dan ‘Menyerah’ dalam mengarungi hidup ini.


“Kitalah PEMENANG…!! Dalam melawan deburan ombak kehidupan”.

Selamat berjuang para PEMENANG..!! Jangan Mengeluh dan jangan Menyerah..!!

SEE YOU AT THE TOP…!!